Apa Itu Lightning Network dan Bagaimana Cara Kerjanya?

· 2 min read

Lightning network adalah protokol pembayaran yang berada di atas blockchain Bitcoin dan bisa diterapkan pada semua cryptocurrency. Protokol ini dirancang untuk mengurangi kepadatan jaringan dari waktu ke waktu sekaligus memperbaiki kualitas transaksi. Bisa dibilang, ini adalah hasil kerja di luar rantai (off-chain) untuk menekan kepadatan yang muncul akibat jumlah transaksi yang terus bertambah. Dengan begitu, orang bisa bertransaksi dengan cepat dan transaksi mikro berjalan dengan mudah.

Karena proses transfer ini berlangsung lewat jalur yang dibuat di luar jaringan blockchain, transaksinya tidak melalui persetujuan penambang. Alhasil, tidak ada biaya yang dikenakan untuk transaksi yang tidak melewati persetujuan penambang tersebut. Dengan cara ini, transaksi mikro bisa dijalankan dengan mudah, dan transaksi yang terjadi di dalam kanal yang sudah dibuat itu akan dicatat ke blockchain setelah semuanya rampung.

Pengguna yang tidak ingin membuka kanal langsung satu sama lain bisa melakukan transfer lewat kanal yang sudah disiapkan orang lain. Untuk transaksi yang memakai Lightning network, kedua pihak harus sedang online. Jika salah satu pihak sedang offline, transaksinya tidak akan terjadi, berbeda dengan transfer yang berlangsung di blockchain. Setelah transfer selesai, kanalnya ditutup dan transaksinya tetap dicatat di blockchain seperti biasa. Dalam konteks ini, transaksi bisa dilakukan tanpa batas selama kanalnya masih terbuka dan kedua pihak online, tetapi setelah ditutup, ringkasan transaksinya ditandatangani lalu dipublikasikan ke blockchain.

Berkat Lightning network, banyak pihak percaya cryptocurrency akan bertransformasi secara positif dalam beberapa tahun ke depan dan makin sering dipakai untuk berbelanja. Meski konsep ini dikembangkan dengan mempertimbangkan kesulitan yang dihadapi Bitcoin, semua cryptocurrency bisa memanfaatkan lightning network.

apa itu lightning network lightning network bitcoin transaksi off-chain biaya transaksi bitcoin skalabilitas blockchain