Apa Itu Crypto Futures?

· 3 min read

Kontrak futures, seperti futures dengan margin USDT, memungkinkan trader mendapatkan eksposur ke aset kripto tanpa memiliki aset dasarnya. Konsepnya mirip dengan kontrak derivatif indeks saham atau komoditas: investor bisa mengambil posisi atas nilai suatu aset di masa depan. Karena itu, nilai sebuah kontrak crypto futures ditentukan oleh aset digital yang diwakilinya, misalnya Bitcoin atau Ethereum.

Aspek terpenting dari trading crypto futures adalah kemampuannya melindungi investor dari kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Short selling adalah ketika trader menjual di harga tinggi dan membeli di harga rendah untuk memperoleh keuntungan dari selisih harga. Pada dasarnya, kontrak crypto futures memungkinkan pelaku pasar meraih profit ke arah mana pun harga aset dasarnya bergerak.

Karena volatilitas tinggi yang melekat pada trading derivatif, trader wajib mengelola risiko dengan bijak, dan sangat penting memahami dasar-dasar crypto futures sebelum mulai berinvestasi.

Bagaimana Cara Kerja Crypto Futures?

Meskipun aset digital menghadapi berbagai tantangan unik, seperti volatilitas tinggi dan pemberitaan negatif, sebagian trader justru memanfaatkan volatilitas ini sebagai keuntungan.

Hal terpenting yang harus diingat dari trading crypto futures adalah Anda hanya mengambil risiko atas perubahan harga, bukan memegang aset kripto yang sebenarnya.

Perhatikan contoh sederhana ini!

Ketika BTC diperdagangkan di harga $40.000, John membuka posisi long futures, sementara Sarah membuka posisi short. Setelah itu harga naik, dan John maupun Sarah memutuskan untuk menyelesaikan posisinya di $45.000. Dalam skenario ini, Sarah harus menanggung selisih kerugian $5.000 kepada exchange ($45.000 – $40.000 = $5.000) karena posisinya merugi. Sebaliknya, John memperoleh profit $5.000 dari exchange.

Konsep Dasar Trading Crypto Futures

Trader umumnya membiasakan diri dengan konsep-konsep kunci dalam derivatif crypto agar lebih memahami manfaat yang ditawarkan produk finansial ini.

Berikut beberapa istilah yang akan membantu Anda menjadi trader derivatif crypto yang sukses.

Leverage

Trading futures sangat efisien secara modal berkat daya tarik leverage.

Untuk membeli 1 BTC di pasar spot, misalnya, Anda butuh ribuan dolar. Namun berkat leverage, Anda bisa membuka posisi long BTC lewat kontrak futures dengan modal jauh lebih kecil.

Sebaliknya, trading spot tidak memungkinkan penggunaan leverage. Jadi jika Anda hanya punya 100 USDT di wallet spot, Anda hanya mampu membeli Bitcoin senilai 100 USDT.

Persyaratan Margin

Untuk membuka posisi futures, dibutuhkan initial margin. Pada akun trading futures, ini adalah persentase dari nilai notional posisi futures yang harus ditutup dengan USDT atau kolateral lain.

Sementara itu, maintenance margin merujuk pada jumlah minimum yang wajib dijaga investor agar posisi tradingnya tetap terbuka. Pengecekan maintenance margin berlangsung terus-menerus dan membantu perhitungan penggunaan margin.

Ketika batas maintenance margin seorang trader tercapai, posisi yang terbuka akan ditutup.

Funding Rate

Kontrak perpetual crypto tidak diselesaikan (settle) seperti kontrak futures tradisional. Karena itu, exchange membutuhkan mekanisme yang memastikan harga indeks dan harga futures bertemu secara berkala, yang dikenal sebagai funding rate.

Selisih harga antara pasar spot dan pasar futures digunakan untuk menghitung funding rate. Investor akan membayar atau menerima pembayaran funding sesuai posisi terbuka mereka di pasar, yang bisa berdampak negatif.

Di pasar bull yang terlalu panas, misalnya, funding rate bisa naik, sehingga menahan posisi long menjadi lebih mahal bagi trader.

Kelebihan & Kekurangan Trading Futures

Aktivitas yang menggiurkan seperti trading futures punya kelebihan sekaligus kekurangan. Berikut plus-minus trading derivatif crypto ini.

Kelebihan

Trading crypto futures memungkinkan Anda mengambil posisi melawan pasar. Untuk profit dari kedua arah pasar, Anda bisa membuka long maupun short.

Trader bisa memperoleh eksposur besar terhadap suatu aset dengan memanfaatkan leverage, hanya dengan sebagian kecil dari total nilainya.

Trading futures juga sering dipakai sebagai lindung nilai (hedge) terhadap pasar spot, yang bermanfaat bagi portofolio investasi mana pun.

Kekurangan

Karena arah pergerakan aset tidak pernah pasti, volatilitas tinggi di pasar crypto bisa menjadi berkah sekaligus kutukan bagi trader.

Eksposur leverage berpotensi menimbulkan kerugian besar, terutama bagi trader pemula yang belum punya strategi manajemen risiko yang solid.

Kesimpulan

Trading derivatif crypto adalah cara praktis untuk berspekulasi atas nilai aset digital di masa depan. Aktivitas ini bisa menguntungkan bagi mereka yang punya pengetahuan memadai dan strategi manajemen risiko yang solid.

apa itu crypto futures trading futures crypto binance futures leverage crypto funding rate