15 Kesalahan Trading yang Harus Dihindari Semua Trader

· 11 min read

Trading terlihat begitu sederhana. Toh harga hanya bisa naik atau turun, jadi Anda tinggal memilih arah yang benar, duduk santai sebentar, lalu menunggu uangnya masuk, bukan? Sayangnya, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Dunia trading bisa penuh kejutan bagi mereka yang punya mimpi besar tapi minim persiapan. Tanpa persiapan yang matang, Anda tidak akan menyadari bahwa kesalahan trading justru merupakan bagian dari proses belajar yang bisa membentuk Anda menjadi trader yang sukses.

Trader legendaris Wall Street, Martin Schwartz, membagikan pasang surut karier tradingnya yang gemilang dalam bukunya 'Pit Bull: Lessons from Wall Street's Champion Day Trader'. Dengan gayanya yang khas dan penuh warna, ia menceritakan bagaimana ia kehilangan $10.000 hanya dalam hitungan jam setelah memasang trade pertamanya.

Yang istimewa dari buku ini adalah keterbukaan Schwartz dalam membedah kesalahan-kesalahan trading yang ia lakukan, terutama saat ia masih benar-benar baru di dunia trading. Ia menjelaskan secara detail bagaimana ia belajar dan memperbaiki kesalahan-kesalahan itu, dan sisanya adalah sejarah: ia menjadi salah satu trader terbaik dan paling terkenal di dunia.

Buku Schwartz adalah referensi yang bermanfaat dan praktis tentang kesalahan trading yang paling umum. Dan tidak diragukan lagi, sebagian besar trader — kalau bukan semuanya — pernah atau sedang melakukan kesalahan serupa di satu titik.

Melakukan kesalahan trading adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan setiap trader. Entah Anda baru mulai trading atau sudah bertahun-tahun berkecimpung di pasar, kemungkinan besar Anda akan melakukan beberapa kesalahan trading yang umum ini.

Sebagian kesalahan ini lebih mahal harganya daripada yang lain. Faktanya, ada beberapa kesalahan yang sulit untuk diakui. Dan bagi sebagian trader, mengabaikan sebuah kesalahan lalu mengulanginya lagi dan lagi bisa menjadi pembeda antara menjadi trader yang sukses atau trader yang terus merugi.

Untuk membantu trader baru maupun berpengalaman, kami telah merangkum daftar kesalahan trading yang paling sering terjadi:

1. Trading tanpa rencana trading

Apakah Anda punya rencana trading? Jika belum, inilah saat yang tepat untuk membuatnya, dan titik awal terbaik adalah merenungkan kenapa Anda trading.

Apakah karena Anda ingin mendapat penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama? Apakah Anda ingin menjadikannya profesi? Atau sekadar mencoba-coba? Apa pun alasannya, tujuan Anda akan membantu mengarahkan cara Anda trading.

Pikirkan apa yang benar-benar ingin Anda dapatkan dari trading, lalu susun bagaimana cara mencapainya. Pertimbangkan berapa banyak waktu yang bisa Anda dedikasikan untuk trading, jenis trade yang ingin Anda kejar (misalnya volume tinggi dengan profit kecil), dan apakah tingkat pengetahuan Anda sudah memadai atau Anda masih perlu meluangkan waktu untuk belajar.

2. Trading terlalu banyak, terlalu cepat

Karena adanya potensi menghasilkan uang dari trading, godaannya — terutama bagi trader baru — adalah memaksakan batas dengan harapan mendapat profit lebih besar lebih cepat.

Namun, masuk ke trade dengan terlalu bersemangat — baik dari sisi volume maupun nilai — hanya akan menaikkan tingkat risiko Anda. Jika Anda berlebihan dan keadaan berbalik melawan Anda, Anda bisa terpental keluar dari pasar bahkan sebelum sempat beradaptasi. Terlalu banyak orang masuk ke pasar trading dengan anggapan bahwa itu akan membawa mereka ke jalur cepat menuju jutaan dolar.

Kenyataannya, trading bukan aktivitas di mana Anda asal melempar sedikit uang lalu menuai kekayaan tak terhingga — dibutuhkan banyak keterampilan dan kegigihan untuk mendekati level setinggi itu.

Bangunlah secara perlahan dan konsisten. Uji dulu dengan akun demo, lalu ketika Anda membuka akun trading live dengan uang sungguhan, masukkan jumlah kecil dan trading di sedikit pasar dulu untuk merasakan medannya. Ada uang yang bisa dihasilkan dari pasar forex, indeks, dan komoditas, tapi jarang sekali datang dari segelintir trade kilat.

Semakin banyak waktu yang bisa Anda dedikasikan untuk trading, semakin baik kemampuan Anda, semakin mudah semuanya terasa, dan semakin banyak peluang cuan yang akan muncul dengan sendirinya.

3. Trading dengan emosi

Kita semua pernah merasakan momen ketika sedang berada di jalur kemenangan dan merasa tidak mungkin salah. Dalam trading, ini biasanya terjadi ketika Anda mengalami rangkaian trade yang profit dan merasa sudah menguasai segalanya. Namun, semua rentetan kemenangan pada akhirnya akan berakhir, dan penting untuk mengingatnya karena, pada akhirnya, uang Andalah yang dipertaruhkan.

Bersemangat soal trading itu bagus dan rasa percaya diri selalu merupakan hal positif, tapi jangan biarkan perasaan itu mendikte perilaku trading Anda dan mendorong Anda ke posisi yang biasanya tidak akan Anda ambil.

Cobalah mengelola emosi Anda. Sebelum masuk ke sebuah trade, mundurlah selangkah dan coba lihat secara objektif. Apakah trade itu sesuai dengan sistem Anda? Apakah keputusan itu berdasarkan informasi yang solid atau sekadar firasat? Bagaimana reaksi Anda jika trade itu berbalik melawan Anda?

Susunlah serangkaian sinyal yang membantu melindungi diri Anda dari keterlibatan emosi yang berlebihan.

4. Berspekulasi tanpa dasar

Jika Anda masuk ke sebuah trade tanpa persiapan apa pun, sejatinya Anda bukanlah trader.

Trading tanpa meluangkan waktu untuk belajar atau memahami cara kerja pasar lebih mirip dengan masuk ke kasino, melempar uang ke meja roulette, dan berharap yang terbaik. Meski memang ada unsur ketidakpastian dan volatilitas yang melekat pada trading, dengan meluangkan waktu untuk mempelajari dan memahami cara pasar bekerja, Anda akan membentuk gambaran tentang jenis trade yang paling cocok untuk Anda.

Edukasi diri Anda dan bersiaplah sebelum setiap trade.

5. Tidak menggunakan stop loss

Trading tanpa stop loss ibarat mengendarai mobil tanpa rem. Terlalu berbahaya.

Meski begitu, banyak trader tetap saja trading tanpa memakai alat yang sangat berguna ini. Dan biasanya, itu berakhir dengan kerugian yang menyakitkan. Kerugian yang sia-sia dan sebenarnya bisa dihindari.

Jika Anda memakai level stop loss dengan benar, Anda bisa terhindar dari terjerumus terlalu dalam ke posisi yang merugi.

Entah Anda memasang stop loss 'keras' saat masuk trade, atau memegang level stop loss 'lunak' di kepala selama trading, Anda akan berada di posisi yang lebih baik jika menjadikannya bagian dari manajemen risiko Anda. Hanya perlu diingat bahwa stop loss lunak lebih cocok untuk trader tingkat lanjut yang sudah punya pengalaman di pasar-pasar ini.

6. Mengambil posisi terlalu besar

Tidak diragukan lagi, daya tarik dari sebuah trade kemenangan besar ada di benak setiap trader. Dan godaan untuk mengambil posisi besar (dengan asumsi itu akan menjadi trade yang menang) selalu hadir.

Namun, seperti yang sudah terbukti berkali-kali, mengambil posisi terlalu besar dalam satu trade bisa berbahaya. Tidak ada jaminan trade akan bergerak sesuai keinginan Anda. Jadi, jika Anda mempertaruhkan separuh modal dalam satu trade dan trade itu berkhianat, modal trading Anda akan terpangkas drastis.

Lebih dari itu, hal ini juga bisa menimbulkan beban mental yang besar bagi Anda sebagai trader.

7. Mengambil terlalu banyak posisi

Meski ada banyak pasar untuk ditradingkan dan berbagai peluang trading setiap saat, mengambil terlalu banyak posisi juga bisa merugikan trading Anda.

Kecuali Anda punya sistem trading otomatis yang andal dan menempatkan trade untuk Anda secara otomatis, memantau terlalu banyak posisi bisa sangat membingungkan dan berisiko tinggi.

Ingat, otak manusia hanya mampu memproses informasi dalam jumlah terbatas pada satu waktu. Dan perhatian yang dibutuhkan setiap trade berarti waktu serta fokus yang bisa Anda berikan pada tiap trade juga terbatas.

Jika Anda mengambil terlalu banyak posisi sekaligus tanpa sistem otomatis yang layak untuk memantaunya, kemungkinan besar sebagian dari trade itu akan gagal.

Jadi, saat trading, sadarilah berapa banyak trade yang Anda ambil. Idealnya, fokus dulu pada satu atau dua trade — masuk dan keluar dari keduanya — lalu mulai lagi jika muncul peluang trading lain.

Ketika Anda punya sistem trading yang terdefinisi jelas, menyaring peluang trade yang tersedia dan memilih yang terbaik akan menjadi jauh lebih mudah.

8. Leverage berlebihan

Kemampuan memakai leverage adalah salah satu daya tarik utama pasar seperti trading forex, minyak, indeks, logam mulia, dan CFD mata uang kripto. Leverage memungkinkan Anda mentradingkan posisi yang jauh lebih besar meski dengan modal trading yang lebih kecil.

Tapi tentu saja, leverage adalah pedang bermata dua. Ia bisa memperbesar trade yang menang maupun yang kalah.

Salah satu dosa besar para trader — terutama mereka yang belum sepenuhnya paham cara kerja leverage — adalah memakai tingkat leverage yang terlalu tinggi. Sebagian orang hanya melihat potensi kemenangannya dan mengabaikan potensi kerugiannya.

Jika Anda memakai leverage tingkat tinggi dan trade berbalik melawan Anda, hasilnya bisa berupa kehancuran total modal trading Anda.

Karena itu, cara terbaik memakai leverage adalah memulai dari yang rendah. Cobalah tingkat leverage terendah yang ditawarkan penyedia trading Anda. Setelah lebih nyaman dengan cara kerja leverage, barulah Anda bisa menaikkan tingkat leverage jika mau.

Yang perlu diingat: meskipun tersedia tingkat leverage tinggi — leverage bisa berkisar 10:1, 50:1, 100:1, 200:1, atau 400:1 tergantung wilayah Anda — bukan berarti Anda harus memakai tingkat tertinggi yang tersedia.

Seperti kata pepatah, Anda harus bisa berjalan dulu sebelum bisa berlari.

9. Revenge trading

Bukankah menyebalkan saat kalah? Dan bukankah Anda ingin segera kembali ke pasar, mengambil trade baru, dan membuktikan bahwa Anda bisa menang?

Itulah persis logika di balik revenge trading alias trading balas dendam. Anda ingin impas. Anda ingin membuktikan diri sebagai pemenang.

Namun, lebih sering daripada tidak, revenge trading mendatangkan lebih banyak luka daripada cuan.

Pikirkan sejenak. Saat masuk ke revenge trade, kondisi emosi Anda kemungkinan besar sedang tidak baik. Anda kemungkinan masih kesal atau terlalu stres untuk mengambil keputusan trading yang sehat. Dan hampir pasti Anda belum benar-benar menganalisis trade berikutnya — apakah potensinya memang bagus.

Jadi, hal terbaik yang bisa Anda lakukan soal revenge trading adalah tidak terlibat sama sekali.

Jika Anda mengalami trade yang kalah atau rentetan kerugian, lebih bijak untuk mundur dan menganalisis apa yang salah.

Apakah pasar memang terlalu liar untuk ditradingkan sejak awal? Apa yang keliru dari analisis awal Anda?

Hampir selalu, sebisa mungkin hindari revenge trade dalam kondisi apa pun.

10. Membiarkan trade yang untung berubah jadi rugi

Jika Anda melakukan kesalahan ini, Anda tidak sendirian. Bahkan para pemain besar pun kerap melakukan kesalahan trading yang satu ini.

Berapa kali Anda menentukan waktu entry dengan sempurna, melihat profit di atas kertas yang manis, hanya untuk menyaksikannya lenyap oleh pembalikan harga yang tajam? Saya berani bertaruh lebih dari sekali.

Membiarkan trade yang bagus menjadi buruk adalah salah satu kesalahan besar dalam trading pasar finansial, tapi masih ada harapan.

Cara terbaik memperbaiki kesalahan ini adalah perencanaan. Anda harus tahu kapan akan keluar sebelum masuk ke trade. Lebih dari itu, Anda sebaiknya punya beberapa alasan untuk keluar.

Kembangkan beragam aturan exit yang memungkinkan Anda mencapai tujuan dari trade tersebut — apa pun yang terjadi. Anda bisa memakai kombinasi:

Target profit

  • Trailing stop lebar (untuk pasar yang sedang trending)
  • Trailing stop ketat (untuk pergerakan cepat yang mulai kehabisan tenaga)
  • Stop risk/reward (untuk saat Anda sudah mendekati target profit)

Anda juga bisa keluar dari trade secara bertahap. Ambil sebagian posisi saat pasar memberi kesempatan, ambil sedikit lagi seiring pergerakan berlanjut, dan sisakan sebagian untuk kemenangan besar. Pendekatan seperti ini akan membantu menghaluskan kurva ekuitas Anda.

11. Tidak mencatat trade di jurnal trading

Menggunakan jurnal trading adalah bagian yang sangat mendasar dalam menjadi trader sukses. Ini bukan sekadar mencatat entry dan exit dari trade yang profit — dibutuhkan sedikit lebih banyak informasi dan perhatian.

Jurnal trading Anda harus memuat semua trade: yang bagus, yang buruk, bahkan yang benar-benar mengerikan.

Beberapa jenis informasi yang sebaiknya dicatat dalam jurnal trading antara lain:

  • tanggal dan waktu trade
  • instrumen apa yang ditradingkan
  • tangkapan layar formasi chart saat trade dibuka
  • ukuran posisi
  • pemikiran dan alasan Anda masuk ke trade tersebut

Dengan memiliki jurnal trading, Anda bisa kembali meninjau trade yang sukses maupun yang kurang berhasil, untuk menemukan celah dalam metode trading Anda yang bisa diperbaiki.

12. Melupakan horizon waktu investasi Anda

Berinvestasi tanpa memikirkan horizon waktu bisa membawa Anda pada kekecewaan. Ini karena semua investasi bersifat jangka panjang atau jangka pendek, dan tingkat imbal hasilnya akan berbeda tergantung durasi investasi Anda.

Misalnya, saham yang berkinerja sangat baik dalam periode panjang tapi kurang bagus dalam periode pendek mungkin layak dipertahankan jika Anda sedang memikirkan tabungan pensiun.

Ketika Anda memahami horizon waktu Anda, Anda bisa memasangkan investasi yang tepat dengan portofolio Anda secara lebih baik.

13. Tidak mau menerima kerugian

Banyak trader merasa mereka tidak boleh melakukan kesalahan layaknya profesional investasi, padahal anggapan itu keliru.

Jika Anda pernah melompat ke sebuah trade tanpa riset yang memadai, atau Anda investor lama yang portofolionya tiba-tiba anjlok, terimalah apa yang terjadi dan lanjutkan hidup, alih-alih membiarkan gengsi mengendalikan gaya trading Anda dan menahan posisi rugi itu lebih lama.

Selalu ada hari esok dan peluang trading berikutnya. Belajarlah dari kerugian masa lalu untuk terus mengasah keterampilan Anda di jalan menuju trader yang sukses.

14. Ikut-ikutan kerumunan

Mengikuti kerumunan adalah kesalahan trading yang umum, di mana trader yang belum berpengalaman membebek mentalitas gerombolan secara membabi buta dan berakhir di trade yang merugikan.

Penting bagi trader pemula untuk memikirkan gaya trading mereka sendiri saat mengambil keputusan, sehingga tidak melompat ke sebuah tren tanpa melakukan riset sendiri dan tanpa memahami kenapa tren itu mungkin cocok untuk mereka. Jika Anda masuk ke trade hanya karena mengikuti orang lain tanpa melakukan analisis teknikal atau fundamental apa pun dan trade itu kalah, Anda hanya bisa menyalahkan diri sendiri.

15. Trading di banyak pasar sekaligus

Trader yang belum berpengalaman kerap melompat dari satu pasar ke pasar lain — dari forex ke indeks, dari mata uang kripto ke komoditas. Ini kesalahan yang umum dan bisa berujung pada over-trading serta kerugian besar.

Memperdalam pemahaman atas satu pasar penting bagi trader di semua level, agar keputusan trading didasarkan pada fakta, bukan firasat atau perasaan. Sebelum melebar, bijaklah untuk memahami satu pasar dulu dan mengumpulkan pengalaman trading yang berharga sebelum terjun ke berbagai pasar sekaligus.

Penutup

Trading adalah proses yang berat, dan biasanya butuh waktu untuk menemukan apa yang cocok bagi Anda. Namun, jika Anda bisa menghindari kesalahan-kesalahan trading umum ini saat memulai perjalanan di pasar finansial, kurva belajar Anda akan jauh lebih mulus.

Penting bagi kita untuk memahami kecenderungan diri sendiri serta bagaimana kecenderungan itu memengaruhi cara kita trading, sehingga kita punya kesempatan untuk mengelolanya dengan tepat. Semua informasi ini dirangkum untuk memberi trader wawasan lebih tentang jebakan-jebakan umum, agar mereka bisa menghindarinya ke depan.

Ingat, kesalahan trading adalah bagian dari perjalanan dan Anda tidak akan bisa menghindari semuanya. Dari kesalahan-kesalahan itu lahir pelajaran — gunakanlah untuk memperbaiki diri dan melangkah satu tahap lebih dekat menjadi trader yang hebat.

kesalahan trading kesalahan trader pemula belajar trading psikologi trading manajemen risiko trading