Cara Mendeteksi Penipuan di Decentralized Finance (DeFi)

· 5 min read

Peringatan: Artikel ini adalah panduan umum yang bertujuan membantu melindungi pengguna dan investor DeFi. Ini bukan daftar yang lengkap dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat finansial. HafizeBot tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi Anda.

Pendahuluan

Decentralized Finance (DeFi) penuh dengan inovasi. Proyek DeFi baru diluncurkan hampir setiap menit dan sulit sekali mengikutinya, apalagi melakukan riset mandiri alias Do Your Own Research (DYOR).

Kita sering menyebut blockchain bersifat permissionless — yang sebenarnya hanyalah cara lain untuk mengatakan bahwa chain ini "publik". Tidak ada yang butuh izin untuk memakai blockchain, mengembangkan aplikasinya, atau meluncurkan proyek yang berjalan di atasnya. Meski nilai ini melekat pada cryptocurrency seperti Bitcoin, ia juga membawa sejumlah sisi negatif.

Siapa pun bisa merilis proyek yang menipu atau menyesatkan, dan tidak ada yang menghentikannya. Namun sebenarnya ada yang bisa dilakukan secara teknis — kita sebagai komunitas bisa saling membantu mengenali beberapa ciri umum yang membedakan inovasi yang sah dari upaya tipu-tipu.

Lantas, elemen apa saja yang harus kita perhatikan secara khusus?

Apa tujuan proyeknya?

Pertanyaan ini mungkin terdengar terlalu jelas, apalagi jika Anda baru mengenal dunia DeFi.

Namun mayoritas aset crypto tidak menawarkan hal baru apa pun. Tentu saja ada juga inovasi yang luar biasa menarik — itulah alasan kita semua di sini! Tapi banyak proyek baru sekadar ingin menunggangi minat terhadap DeFi tanpa berusaha berinovasi sama sekali.

Dalam hal ini, Anda bisa bertanya: Apakah proyek ini mencoba memperkenalkan sesuatu yang baru dan berinovasi? Apakah mereka berusaha berkontribusi pada ekonomi digital baru lewat proyeknya? Apa yang membedakan proyek ini dari para pesaingnya? Adakah nilai tambah unik yang ditunjukkan di sini?

Ini pertanyaan-pertanyaan yang sangat sederhana dan masuk akal. Tapi dengan mengajukannya, Anda bisa menyingkirkan sebagian besar scam.

Aktivitas pengembangan

Elemen lain yang bisa Anda pertimbangkan adalah aktivitas developer. DeFi lekat dengan pendekatan open source-nya.

Jadi, jika Anda sedikit paham coding, Anda bisa menengok kodenya sendiri. Hebatnya sifat open source adalah: jika sebuah proyek cukup menarik minat, pasti ada orang yang akan meninjau kodenya. Dengan begitu, jika proyeknya punya niat jahat, hal itu bisa terbongkar.

Selain itu, Anda juga bisa memeriksa aktivitas developer-nya. Apakah para developer terus merilis kode baru? Meski metrik ini bisa dimanipulasi, ia tetap bisa menjadi indikator yang baik untuk menilai apakah para developer bersungguh-sungguh atau sekadar mencari untung.

Audit smart contract

Salah satu topik yang paling banyak dibahas di dunia smart contract dan DeFi adalah audit. Audit bertujuan menunjukkan bahwa kodenya aman. Kenyataannya, meski audit adalah elemen inti pengembangan smart contract, kebanyakan developer merilis kodenya tanpa audit apa pun. Ini bisa sangat meningkatkan risiko penggunaan kontrak semacam itu.

Perlu dicatat pula bahwa audit itu mahal. Proyek yang sah biasanya sanggup menanggung biaya audit, sedangkan proyek penipuan memilih tidak mengurusnya.

Lalu apakah ini berarti proyek yang sudah lolos audit sepenuhnya aman dipakai? Tidak. Audit memang perlu, tetapi lolos audit bukan jaminan keamanan mutlak. Anda harus selalu menyadari risiko menempatkan dana Anda di sebuah smart contract.

Apakah para founder-nya anonim?

Dunia crypto sangat lekat dengan kebebasan merahasiakan identitas (atau memakai nama samaran) yang dimungkinkan internet. Pada akhirnya, kita mungkin tidak akan pernah tahu identitas Satoshi Nakamoto, orang (atau kelompok) yang menciptakan cryptocurrency pertama.

Namun, tim dengan founder anonim menghadirkan risiko tambahan yang patut Anda pertimbangkan. Jika mereka ternyata scammer, kemungkinan besar sanksi tidak akan bisa dijatuhkan. Meski perangkat analitik on-chain semakin canggih, reputasi founder yang terikat pada identitas dunia nyata mereka tetap membuat perbedaan besar.

Penting juga dicatat bahwa tidak semua proyek yang dikelola tim anonim adalah scam. Ada banyak contoh proyek sah dengan tim anonim. Namun, saat mengevaluasi proyek, Anda tetap perlu memperhitungkan implikasi anonimitas timnya.

Jadi ringkasnya, apakah proyek dengan founder anonim itu buruk? Tidak. Apakah lebih sulit menjatuhkan sanksi kepada proyek berfounder anonim atas perilaku jahat mereka? Ya.

Bagaimana token didistribusikan?

Isu penting yang perlu dipertimbangkan saat meriset proyek DeFi adalah ekonomi tokennya. Salah satu cara scammer menghasilkan uang adalah dengan menggelembungkan harga token saat mereka memegang porsi raksasa, lalu tiba-tiba menjual seluruh simpanannya.

Misalnya, apa yang terjadi jika 40-50-60% dari suplai beredar dijual di pasar terbuka? Harga token anjlok dan token itu kehilangan hampir seluruh nilainya. Meski porsi founder yang besar tidak dianggap sinyal bahaya oleh sebagian orang, hal itu tetap bisa menjadi masalah.

Selain porsi alokasinya, Anda juga perlu mencermati cara token didistribusikan. Apakah distribusinya lewat pre-sale khusus di mana hanya orang dalam yang memuji-muji proyek di media sosial setelah membeli di harga istimewa? Apakah Initial Coin Offering (ICO) pernah dilakukan? Apakah dilakukan Initial Exchange Offering (IEO) di mana sebuah bursa crypto mempertaruhkan reputasinya? Atau apakah token dibagikan lewat airdrop yang kemungkinan besar menciptakan tekanan jual masif?

Model distribusi token punya perbedaan-perbedaan kecil yang patut diperhatikan. Sering kali informasi ini pun sulit didapat, yang dengan sendirinya bisa menjadi tanda bahaya. Tapi jika Anda ingin punya gambaran utuh tentang sebuah proyek, informasi ini mutlak diperlukan.

Seberapa besar kemungkinan proyeknya menjadi exit scam?

Yield farming (atau liquidity mining) adalah cara baru mendistribusikan token DeFi. Banyak proyek DeFi baru memakai metode distribusi ini karena bisa menciptakan metrik distribusi yang berguna bagi proyeknya. Ide utamanya: pengguna mengunci dana mereka ke dalam smart contract dan sebagai imbalannya mendapat bagian dari token yang baru diterbitkan.

Anda mungkin sudah bisa menebak arahnya. Sebagian proyek langsung menyita dana di liquidity pool. Yang lain memakai metode yang lebih canggih atau melakukan pre-mining besar-besaran.

Selain itu, altcoin baru sering kali pertama kali dilisting di automated market maker (AMM) seperti Uniswap atau Sushiswap. Jika tim proyek menyediakan sebagian besar likuiditas untuk pasangan pasarnya di AMM, mereka juga bisa menarik likuiditas itu dan mendadak menjual tokennya di pasar. Ini biasanya membuat harga token jatuh ke nol. Tidak ada pasar tersisa untuk menjual, dan proses ini sering disebut rug pull.

Penutup

Scam DeFi merajalela, baik Anda berniat menetap di "wild west" yield farming maupun sekadar memakai protokol terdesentralisasi untuk trading. Kami berharap informasi umum dalam panduan ini membantu Anda mengenali orang dan proyek yang berniat jahat.

penipuan defi scam defi rug pull cara riset proyek crypto keamanan defi