Apa Itu Staking?

· 2 min read

Proses menyimpan cryptocurrency yang Anda miliki dalam keadaan terkunci di wallet selama periode tertentu, tanpa dibelanjakan atau ditransfer, disebut “staking”. Selama masa penguncian itu, sejumlah reward berupa aset kripto diperoleh dari cryptocurrency yang dikunci. Meski jenis staking bisa berbeda-beda satu sama lain, ide utamanya adalah mendapatkan imbalan karena menahan cryptocurrency tetap dalam peredaran. Ada beberapa model konsensus di blockchain. Ada node validator yang menjamin keamanan jaringan blockchain. Node-node ini perlu mencapai konsensus 51% untuk membuktikan keabsahan transaksi yang terjadi di rantai tersebut.

PoW

Cryptocurrency pertama, Bitcoin, memakai konsensus Proof of Work (PoW). Konsensus PoW membutuhkan daya listrik luar biasa besar, fasilitas berskala besar, dan perangkat keras komputer untuk memecahkan persoalan rumit dan menghasilkan keuntungan bagi penambangnya. Karena itu, biayanya cukup mahal dan kapasitas pemrosesannya terbatas. Dengan mekanisme ini, transaksi bisa diverifikasi bahkan antara orang-orang asing dari berbagai belahan dunia, dan pembelanjaan uang yang sama dua kali (double spending) bisa dicegah.

PoS

Algoritma konsensus di mana peserta jaringan yang memegang cryptocurrency memperoleh hak untuk membuat dan memvalidasi blok disebut Proof of Stake. Konsep “staking” adalah metode mining yang sangat erat kaitannya dengan Proof of Stake (PoS). Konsensus PoS diciptakan sebagai alternatif dari metode mining pada konsensus PoW. Kita bisa menganggap staking, yang butuh lebih sedikit sumber daya, sebagai alternatif dari mining. Pada mining berbasis PoS, daya pemrosesan tidak bergantung pada perangkat keras atau daya listrik, melainkan didasarkan pada cryptocurrency yang ditambahkan ke peredaran. Namun, tingkat penghasilan mining dengan PoS bervariasi mengikuti saldo di wallet. Biasanya pemilik aset digital yang lebih besar atau pendukung awal akan punya level otoritas lebih tinggi, tetapi hal ini bergantung pada aturan dasar jaringan yang bersangkutan. Makin besar saldo di wallet, makin besar pula keuntungan pada sistem mining ini, karena keuntungannya dihitung secara proporsional. Alasan aset kripto yang didepositokan mendapat imbalan lewat staking adalah karena blockchain mengoperasikan nilai digital tersebut. Dengan mekanisme PoS, semua transaksi menjadi bisa diverifikasi dan keamanan terjamin tanpa perantara, alias secara terdesentralisasi.

Staking Pool

“Staking Pool” adalah tempat sumber daya dikumpulkan ketika sekelompok pemegang nilai digital menyatukan sumber daya mereka untuk memperbesar peluang memvalidasi blok dan meraih imbalan. Membangun dan mengelola pool semacam ini butuh waktu banyak dan menuntut keahlian. Karena itu, sebagian besar penyedia pool bisa saja memungut biaya tertentu dari reward staking pool yang dibagikan kepada peserta pemegang nilai digital, sekaligus memberi sejumlah fleksibilitas bagi peserta staking individual. Kapan stake yang harus dikunci dalam jangka waktu tetap itu dibuka, atau kapan dana bisa ditarik, ditentukan oleh protokolnya. Saldo minimumnya biasanya tinggi untuk mencegah perilaku keliru atau yang merusak sistem.

apa itu staking staking crypto proof of stake staking pool reward staking