Tips Trading Cryptocurrency: 10 Aturan yang Menjaga Modal Anda

· 7 min read

Tips #1. Punya alasan yang jelas di setiap posisi

Kedengarannya sepele, tapi Anda tetap butuh alasan yang masuk akal sebelum membuka posisi di pasar crypto. Mau gaya Anda day trading atau scalping, harus ada dasar kenapa Anda masuk. Trading aset digital adalah permainan zero-sum: untuk setiap keuntungan, ada kerugian di sisi lain. Seseorang menang, orang lain kalah.

Pasar crypto banyak digerakkan oleh "whale" — pemain besar yang sanggup menaruh ribuan Bitcoin di order book. Dan tahukah Anda apa keahlian utama mereka? Kesabaran. Mereka menunggu trader ritel seperti kita melakukan satu kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari, lalu uang itu berpindah tangan.

Baik Anda day trader maupun scalper, kadang tidak mengambil apa pun dari sebuah setup jauh lebih baik daripada memaksakan diri masuk dan berakhir rugi. Dari pengalaman panjang mengamati pasar, kami bisa katakan dengan tenang: pada hari atau periode tertentu, cara paling menguntungkan adalah dengan tidak trading sama sekali.

Tips #2. Tetapkan target profit dan gunakan stop loss

Kalau istilah stop loss masih asing bagi Anda, luangkan waktu untuk memahaminya lebih dulu sebelum melanjutkan.

Setiap posisi yang kita buka menuntut kita tahu kapan harus keluar — baik saat sedang untung maupun tidak. Menentukan level stop loss yang wajar membantu Anda memotong kerugian lebih awal, sebuah kemampuan yang sayangnya jarang dimiliki kebanyakan trader.

Memilih stop loss bukan tindakan asal-asalan, dan poin terpentingnya: jangan biarkan emosi yang menentukan. Salah satu acuan paling sederhana adalah harga beli coin Anda sendiri. Misalnya Anda membeli sebuah coin di harga $1.000, jadikan angka itu batas bawah yang Anda tetapkan. Dengan begitu, kalaupun skenario terburuk terjadi, Anda masih bisa keluar dengan modal yang Anda tanam di awal.

Hal yang sama berlaku untuk target profit. Kalau Anda sudah memutuskan akan keluar setelah keuntungan minimum tertentu tercapai, patuhi keputusan itu. Jangan serakah — sifat itu tidak pernah berakhir baik untuk siapa pun.

Tips #3. Kenali FOMO Anda

FOMO adalah singkatan dari fear of missing out, rasa takut ketinggalan peluang. Ini salah satu penyebab paling terkenal kenapa banyak trader gagal. Dilihat dari luar, memang tidak nyaman menyaksikan orang lain meraup keuntungan besar hanya dalam hitungan menit dari coin yang harganya baru saja dipompa. Jujur saja, kami pun tidak menyukai situasi seperti itu.

Tapi ada satu hal yang bisa kami sampaikan dengan pasti.

Waspadalah pada momen ketika deretan candle hijau seolah berteriak menyuruh Anda ikut masuk. Justru di titik itulah para whale yang tadi kita bicarakan sedang tersenyum, menonton Anda membeli coin yang mereka kumpulkan jauh lebih murah. Apa yang biasanya terjadi setelahnya? Coin itu berpindah ke tangan trader kecil, pasokan membanjir, candle merah mulai bermunculan, dan kerugian pun mengalir masuk.

Tips #4. Kelola risiko Anda

Babi kecil makan banyak, babi besar berakhir dimakan. Perumpamaan ini sangat pas untuk cara mengejar keuntungan di pasar crypto. Trader yang cerdas tidak mengejar profit raksasa dalam sekali tarikan.

Mereka lebih memilih bersabar dan mengumpulkan keuntungan kecil tapi konsisten dari transaksi rutin bersama HafizeBot AI Autotrading.

Pertimbangkan untuk menempatkan porsi portofolio yang lebih kecil di pasar dengan likuiditas rendah. Posisi seperti itu menuntut kesabaran ekstra, dan stop loss maupun target profitnya perlu ditempatkan lebih jauh dari harga masuk.

Tips #5. Aset utama menciptakan kondisi pasar yang volatil

Harga sebagian besar altcoin bergantung pada harga Bitcoin saat itu. Pahami bahwa Bitcoin sendiri sangat volatil jika dibandingkan dengan mata uang fiat.

Versi sederhananya: ketika nilai Bitcoin naik, nilai altcoin cenderung tertekan, dan begitu pula sebaliknya.

Pasar biasanya menjadi kabur ketika harga Bitcoin bergerak liar, dan seperti bisa Anda bayangkan, kondisi ini membuat sebagian besar trader kehilangan gambaran jelas tentang apa yang sedang terjadi. Di saat seperti itu, lebih bijak menetapkan target yang rapat untuk setiap posisi — atau sekalian tidak trading.

Tips #6. Jangan membeli hanya karena harganya murah

Kesalahan paling umum pemula adalah membeli sebuah coin semata-mata karena harganya terlihat rendah alias "terjangkau". Contohnya, seseorang memilih Ripple ketimbang Ethereum hanya karena yang pertama jauh lebih murah per keping.

Keputusan berinvestasi pada sebuah coin seharusnya tidak banyak berkaitan dengan harga satuannya, melainkan dengan market cap-nya.

Sama seperti saham konvensional yang diukur lewat kapitalisasi pasar — harga pasar saat ini dikalikan jumlah saham beredar — hal yang sama berlaku untuk aset kripto.

Tidak ada bedanya antara coin seharga $10 dengan 1 juta keping beredar dan coin seharga $100 dengan 100.000 keping beredar. Karena itu, jauh lebih masuk akal memakai market cap sebagai dasar keputusan ketimbang harga per keping. Semakin besar market cap sebuah coin, umumnya semakin layak ia dipertimbangkan sebagai investasi.

Tips #7. Catatan soal crowd-sale dan ICO

Dalam sebuah ICO (Initial Coin Offering), proyek rintisan menawarkan kesempatan awal kepada publik untuk ikut mendanai ide mereka lewat penjualan massal. Sebagai imbalannya, para pendukung awal mendapat token dengan harga lebih rendah, disertai harapan bisa menjualnya jauh lebih mahal setelah token itu listing di exchange.

Waktu membuktikan bahwa ICO bisa sangat sukses; ada catatan di mana sejumlah token akhirnya bernilai berkali-kali lipat dari proyeksi awalnya.

Lalu di mana jebakannya?

ICO menarik begitu banyak pemodal justru karena imbal hasilnya yang luar biasa. Masalahnya, sejumlah besar ICO lain ternyata penipuan murni. Orang kehilangan investasi bernilai jutaan dolar.

Anda perlu lebih dari sekadar berhati-hati sebelum ikut ICO mana pun. Menilai layak atau tidaknya sebuah ICO bukan ilmu roket; kuncinya adalah memperhatikan detail-detail yang justru diabaikan kebanyakan orang karena mereka hanya fokus pada janji keuntungan.

Telusuri rekam jejak tim di balik proyek tersebut dan nilai kemampuan mereka menepati janji. Periksa juga seberapa masuk akal ide di balik ICO itu, bedah white paper-nya, dan cari jawaban di tiap titik yang meragukan.

Dengan begitu tidak ada yang tertinggal diperiksa. Kalau setelah semua itu Anda masih menyimpan keraguan terhadap proyeknya, lebih baik lewatkan saja ICO tersebut.

Tips #8. Catatan singkat untuk investor altcoin

Banyak altcoin kehilangan nilainya dalam rentang waktu tertentu, kadang sangat cepat. Karena itu, kalau Anda memegang altcoin untuk jangka panjang, tetap berhati-hatilah agar tidak menahannya terlalu lama.

Salah satu ukuran terbaik untuk menilai coin yang cocok dipegang jangka panjang adalah volume perdagangan hariannya. Semakin besar volume harian sebuah aset, semakin layak ia dipertimbangkan untuk horizon panjang.

Kalau Anda berpikir untuk memegang aset kripto dalam waktu lama, pertimbangkan coin seperti Ethereum (ETH), Factom (FCT), Monero (XMR), dan Dash. Semuanya punya volume perdagangan yang layak di berbagai exchange di seluruh dunia.

Perhatikan juga grafik coin-coin tersebut dan catat lonjakan-lonjakan harganya. Pola yang berulang bisa membantu Anda mengenali periode yang tepat untuk membeli atau menjual.

Tips #9. Diversifikasi, diversifikasi, dan diversifikasi!

Investasi itu sulit ditebak; bahkan yang tampak menjanjikan imbal hasil tanpa henti pun bisa runtuh dalam kondisi ekonomi tertentu. Aset kripto jauh lebih tidak terduga lagi.

Sebesar apa pun keuntungan yang bisa Anda raih dalam sehari, kebalikannya sama-sama mungkin. Anda bisa kehilangan seluruh dana yang ditempatkan di aset digital dalam sekejap. Karena itu, cara terbaik melewati ketidakpastian semacam ini adalah diversifikasi.

Seperti disebut sebelumnya, nilai hampir semua coin lain dipengaruhi oleh pergerakan Bitcoin terhadap dolar AS. Ketika BTC melemah terhadap dolar, coin-coin lain ikut melemah, dan sebaliknya. Dari sini terlihat jelas bahwa menyebar portofolio ke banyak coin saja mungkin belum cukup untuk melindungi Anda.

Masih ingat ketika Bitcoin mencetak rekor tertinggi pada akhir 2017 hingga awal 2018? Semua orang merasa langkah terbaik adalah memborong sebanyak mungkin aset digital demi menangguk nilai terhadap dolar.

Tetapi menjadikan aset yang sevolatil Bitcoin sebagai basis portofolio punya tantangannya sendiri, seperti terlihat pada paruh kedua 2018. Bitcoin membuat banyak orang kaya dalam waktu tersingkat dibandingkan instrumen investasi mana pun yang kita kenal. Miliarder baru memang lahir; tapi yang sering luput dipahami orang, banyak juga yang kehilangan uangnya.

Di tengah semua itu, aset ini tetap berhasil menumbuhkan market cap-nya berkali-kali lipat hanya dalam setahun.

Artinya, tidak ada yang salah bila trader menjadikan Bitcoin sebagai aset basis, asalkan mereka juga sadar bahwa nilai dolar tidak bisa diabaikan. Anda perlu menyebar dana ke jenis aset dan sektor yang berbeda untuk memecah risiko.

Ada instrumen lain yang sama masuk akalnya dan tidak seberisiko crypto, seperti properti, reksa dana, saham, dan sebagainya.

Tips #10. Tips pamungkas!

Tips terakhir ini memberi Anda langkah praktis yang bisa langsung diterapkan dalam trading Anda.

Manfaatkan fitur penetapan target dengan memasang sell order: pastikan Anda mengunci target keuntungan lewat order jual di order book. Anda tidak pernah tahu kapan harga yang Anda pasang akan tersentuh dan memberi Anda persis apa yang Anda inginkan. Selain itu, biaya transaksinya pun cenderung lebih ringan.

Terakhir, ingat bahwa tulisan ini bukan nasihat investasi. Tradingkan hanya dana yang sanggup Anda relakan.

tips trading cryptocurrency tips trading crypto pemula manajemen risiko crypto stop loss crypto market cap crypto