Apa Itu Delist?

· 1 min read

Peristiwa dihapusnya sebuah instrumen finansial dari platform tempatnya terdaftar disebut delisting. Aset finansial yang di-delist akan ditutup untuk perdagangan di platform yang mencoretnya. Platform trading punya hak untuk men-delist aset finansial yang mereka listing. Delisting bisa terjadi karena banyak alasan. Yang paling mendasar antara lain masalah keamanan, biaya yang tinggi, dan volume yang rendah.

Apa yang Terjadi pada Aset dan Cryptocurrency yang Di-delist?

Keputusan men-delist sebuah aset kripto diambil secara mandiri oleh masing-masing platform tempat aset itu terdaftar. Ketika sebuah cryptocurrency di-delist dari satu platform, ia tidak otomatis di-delist dari platform lain yang masih melistingnya. Delisting adalah proses yang dijalankan setiap platform secara independen satu sama lain. Cryptocurrency yang di-delist dari suatu platform tetap bisa dipindahkan ke platform lain.

Kenapa Sebuah Cryptocurrency Di-delist?

Sebuah cryptocurrency di-delist ketika ia tidak lagi mampu memenuhi persyaratan platform tempatnya terdaftar. Delisting aset kripto bisa terjadi karena banyak sebab. Cryptocurrency yang tidak mampu kembali ke nilai lamanya setelah fluktuasi harga ekstrem bisa menimbulkan ketidakpercayaan. Kondisi ini membuat aset kripto tersebut makin jarang dilirik pengguna dalam transaksi trading, sehingga volumenya tetap rendah. Dalam situasi seperti itu, platform tempatnya terdaftar bisa memutuskan untuk men-delist aset tersebut. Delisting juga tetap bisa terjadi ketika para pengembang proyek cryptocurrency gagal memenuhi janji yang mereka sampaikan kepada pengguna dan platform trading, atau ketika proyeknya bermasalah dalam operasional.

apa itu delist delisting crypto coin di-delist exchange crypto risiko altcoin