Apa Itu Chart Candlestick?

· 2 min read

Chart candlestick adalah grafik yang mencakup satu periode waktu tertentu dan merupakan metode analisis teknikal untuk mengetahui tren yang sedang berjalan. Grafik ini terbentuk dengan memperhitungkan harga pembukaan dan penutupan, berikut harga terendah dan tertinggi yang tercapai dalam periode tersebut. Karena cryptocurrency tidak punya jam buka dan tutup, rentang harganya ditentukan berdasarkan time frame yang dipilih.

Chart candlestick tersusun dari kotak-kotak yang disebut badan (body). Gabungan garis-garis di ujung badan dengan badan itu sendiri membentuk sosok menyerupai lilin. Karena itulah grafik semacam ini disebut chart candlestick. Ia bisa dipakai untuk analisis jangka pendek, menengah, maupun panjang.

Chart candlestick menyajikan gambaran tren naik atau tren turun dari pergerakan pasar. Naik-turunnya harga diwakili oleh warna candle. Jadi, bila candle menunjukkan tren naik, warnanya hijau; bila menunjukkan tren turun, warnanya merah.

Bagaimana Cara Menggunakan Chart Candlestick dalam Analisis Teknikal?

Chart candlestick memungkinkan Anda menangkap lebih banyak informasi dalam sekali lihat dibanding jenis grafik lain. Pada chart candlestick yang menampilkan harga dalam periode waktu tertentu, perubahan harga langsung terbaca lewat warna yang menandakan naik atau turun.

Selain tren harga, harga pembukaan dan penutupan juga penting dalam chart candlestick. Karena pasar cryptocurrency berjalan 24 jam dan tidak punya titik buka maupun tutup, harga awal dan harga akhir pada time frame yang dipilih bisa diperlakukan sebagai harga pembukaan dan penutupan.

Apa Saja Pola Candlestick yang Sering Dipakai?

Ada berbagai pola pada chart untuk menafsirkan makna dari sebuah candle. Formasi hammer dan inverted hammer termasuk yang paling sering dipakai. Pada dasarnya, pola candlestick terbagi menjadi dua kategori: pola bullish dan pola bearish.

Pada pola bullish, grafik cenderung menanjak dan harga penutupan biasanya lebih tinggi daripada harga pembukaan. Pada formasi bearish, nilai di grafik cenderung menurun, dan harga penutupan berada di bawah harga pembukaan.

Hammer

Istilah hammer dipakai untuk menggambarkan situasi ketika sumbu bawah pada sebuah candle setidaknya dua kali lebih panjang daripada badannya. Pola ini muncul ketika harga di sebuah grafik menyentuh titik terendah lalu memantul naik kembali. Sebagai hasil dari pantulan sebuah cryptocurrency dari titik terendahnya, terbentuklah candle berbentuk palu di grafiknya.

Inverted Hammer

Bentuk pola inverted hammer adalah kebalikan dari pola hammer. Garis sumbunya berada di atas dan tampak sebagai garis yang lebih panjang daripada bentuk badan candle-nya. Inverted hammer menggambarkan situasi ketika harga sebuah aset kripto memantul dari atas lalu bergerak turun.

apa itu chart candlestick cara membaca candlestick analisis teknikal crypto pola hammer inverted hammer