Sepanjang sejarahnya, pasar cryptocurrency sudah melewati beberapa bear market yang berat, dan setiap kali keluar dalam kondisi lebih kuat. Untuk mengenali tanda-tanda pembalikan di bear market yang sedang berjalan dengan lebih akurat, kita perlu memakai indikator teknikal yang sama yang terbukti paling andal pada siklus penurunan sebelumnya, terutama ketika hendak memperkirakan titik dasar harga.
Apa Itu Indikator?
Indikator adalah petunjuk, sinyal, atau penanda yang menilai satu sisi dari sebuah program dan menunjukkan seberapa dekat ia dengan arah dan hasil yang diharapkan. Indikator adalah ukuran yang realistis dan bisa dikuantifikasi untuk memantau kemajuan. Idealnya ia ditetapkan sebelum sebuah proyek dimulai, sehingga kita bisa memantau atau menilai apakah proyek itu benar-benar mencapai tujuannya. Lewat indikator inilah teori dan praktik dalam perencanaan terhubung. Sederhananya, indikator adalah alat untuk mengetahui apakah usaha Anda memberi dampak. Ia biasanya menandai kejadian atau perubahan yang bisa diamati dan berkaitan langsung dengan tindakan yang dilakukan, sekaligus menjadi bukti bahwa sesuatu memang telah terjadi, entah berupa keluaran yang dihasilkan, konsekuensi langsung, atau perubahan jangka panjang.
#1 Simple Moving Average 200 Hari
Moving average paling penting yang dipakai trader dan investor di seluruh dunia adalah simple moving average 200 hari. Ketika harga menembus dan menutup di atas SMA 200 pada timeframe harian, itu sering dibaca sebagai tanda berakhirnya tren negatif. Semakin lama harga sebuah aset bertahan di atas SMA 200, semakin kuat pula sinyalnya.
#2 Osilator RSI
Indikator teknikal lain yang membantu investor mengukur tekanan beli dan jual adalah Relative Strength Index (RSI). Sinyal pembalikan RSI umumnya lebih kuat pada timeframe yang lebih panjang.
Untuk pendekatan yang lebih hati-hati, akhir sebuah bear market bisa dikonfirmasi ketika RSI mingguan menembus ke atas level tengah 50.
#3 Moving Average Siklus Panjang
SMA 4 tahunan, yang mengikuti siklus halving empat tahunan, adalah penanda lain dari dasar bear market. Bagi investor cryptocurrency, cara yang lebih praktis adalah memakai SMA 48 periode (4 x 12 bulan) pada grafik bulanan. Menariknya, setiap kali harga Bitcoin jatuh ke bawah SMA 48 lalu kembali naik, bear market saat itu ternyata sudah berakhir.
Kapan Bear Market Akan Berakhir?
Memprediksi kapan persisnya pasar lesu ini berakhir memang sulit. Namun dengan mempelajari siklus penurunan sebelumnya beserta titik dasar harganya, kita bisa memperkirakan berakhirnya siklus negatif yang sedang berjalan dengan lebih tepat. Tidak ada indikator yang memberi kepastian, jadi perlakukan ketiganya sebagai bahan pertimbangan, bukan janji; ini bukan nasihat investasi, dan hanya tradingkan dana yang sanggup Anda relakan.
