4 Strategi Investasi di Bear Market

· 2 min read

4 Strategi yang Perlu Dipertimbangkan Saat Berinvestasi di Bear Market

Informasi penting:

Pasar yang mengalami penurunan berkepanjangan atau signifikan disebut bear market.

Bear market bisa membuat investor stres, tapi juga bisa dilihat sebagai peluang investasi yang bagus untuk membeli di harga yang lebih rendah.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa sebenarnya bear market itu, bagaimana mempersiapkan diri menghadapinya, dan bagaimana meraih keuntungan darinya.

Ingin mengalahkan FUD (fear, uncertainty and doubt) ketika Anda berada di tengah bear market?

Mengenal dan memahami tren-tren ini penting agar Anda bisa mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas dalam perjalanan crypto Anda. Sebab, tren pasar yang berbeda dapat menghadirkan kondisi pasar yang jauh berbeda pula.

Apa yang Terjadi di Bear Market?

Bear market adalah periode penurunan harga aset yang berkepanjangan di sebuah pasar finansial. Bear market kerap menggambarkan atmosfer pesimisme yang menyeluruh dan sentimen negatif para investor, dengan harga turun 20 persen atau lebih dari titik tertingginya.

Meski membuat investor tertekan dan sulit dikelola oleh yang belum berpengalaman, bear market juga merupakan bagian penting dari siklus investasi.

Berapa Lama Bear Market Berlangsung?

Bear market bisa berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Seperti yang sudah kita bahas, penurunan dalam di pasar adalah hal yang tak terhindarkan.

Terjebak menangkap harga yang terus jatuh memang mudah terjadi di bear market, tapi kondisi ini juga bisa dipandang sebagai peluang investasi yang baik untuk membeli di harga rendah.

4 Strategi yang Bisa Diterapkan di Bear Market

Terapkan dollar cost averaging

Dollar cost averaging (DCA) berarti membagi dana Anda menjadi bagian-bagian kecil dan melakukan beberapa transaksi secara bertahap. Menggunakan strategi DCA di bear market berarti Anda mencari peluang investasi ketika harga menyentuh target tertentu. Strategi ini mengurangi dampak volatilitas dibandingkan jika investor membeli aset finansial dalam jumlah besar sekaligus di satu waktu.

Recurring Purchase adalah fitur otomatis dan praktis yang memungkinkan Anda membeli crypto dalam jumlah tetap pada interval waktu yang sudah ditentukan.

Pertimbangkan Stablecoin

Strategi umum dan sederhana yang dipakai trader di bear market adalah beralih ke stablecoin.

Karena stablecoin terikat pada aset yang mendasarinya, ia tidak sefluktuatif coin lainnya.

Di pasar dengan volatilitas tinggi, stablecoin menjadi tempat investor memarkir asetnya sambil menunggu pasar pulih.

Diversifikasi investasi Anda

Ada atau tidak ada bear market, mendiversifikasi portofolio Anda dengan berbagai aset kripto adalah strategi lain yang berguna.

Sebagaimana tidak ada rumus pasti untuk memprediksi akhir bear market, mustahil pula memprediksi crypto mana yang akan pulih paling cepat atau melesat naik setelah pasar membaik.

Anda bisa menurunkan volume trading sambil mendiversifikasi portofolio, dan dengan begitu Anda menurunkan risiko keseluruhan. Ingatlah, penting untuk melakukan riset sendiri, alias DYOR, dalam hal ini, serta melakukan uji tuntas yang cermat atas setiap aset kripto yang Anda putuskan untuk diinvestasikan.

Menjajaki opsi staking

Salah satu cara meningkatkan keamanan dan keuntungan sambil memegang aset untuk jangka panjang di dunia crypto adalah staking.

Meski staking bukan strategi yang banyak diadopsi di bear market, biaya investasi awal untuk mencapai ambang staking pada crypto tertentu jauh lebih rendah dibanding saat bull market. Dengan mengunci crypto Anda di sebuah blockchain selama periode minimum tertentu, Anda bisa secara konsisten menghasilkan keuntungan kecil dan penghasilan pasif.

strategi bear market investasi crypto saat bear market dollar cost averaging stablecoin staking crypto diversifikasi portofolio